Pesawat Garuda Bawa Harley Davidson, Bea Cukai Lakukan Investigasi
Jakarta (Tajukpos) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku telah mengetahui mekanisme penyelundupan komponen Motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton yang baru masuk ke Indonesia secara ilegal.
Diketahui, komponen-komponen motor mewah dan dua sepeda tersebut masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900 yang baru saja dipesan oleh Garuda Indonesia dari Prancis pada 17 November 2019 lalu.
"Kita memahami modus-modus selundupan itu terjadi dengan berbagai cara, kalau kemarin bicara jastip dia melakukan memisahkan jadi satu komoditas dipecah-pecah kecil-kecil, kemudian dikirim melalui berbagai penumpang," kata dia di Kentor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Karena itu, lanjut dia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara cepat mampu mengendus persoalan tersebut, dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih dalam dari pelaku-pelaku yang terlibat penyelundupan itu.
"Jadi teman-teman bea cukai sudah meningkatkan kemampuan mereka kerja sama dengan negara lain, terutama seperti Singapura, kemarin waktu saya ke sana dengan menteri keuangannya juga akan terus meningkatkan kerja sama bea cukai Indonesia dengan Singapura," tegasnya.
Meski begitu, dia mengakui, walaupun pemerintah secara konsisten memperkuat sistem pencegahan tindakan-tindakan penyelundupan secara terus menerus, hal itu tidak akan membuat penyelundupan masuk ke Indonesia akan menghilang.
"Karena ya memang pekerjaan mereka menyelundup. Perubahan-perubahan kebijakan, dan peningkatan kewaspadaan mereka juga akan makin canggih. Jadi ya kita akan terus memperbaiki penanganan kita, intelijen kita, pajak dan bea cukai bersama-sama," ungkapnya.
Bea Cukai Investigasi
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tengah melakukan investigasi mendalam terkait adanya barang selundupan yang dibawa oleh pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900, berupa komponen motor Harley Davidson dan dua buah sepeda Brompton.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan bahwa proses investigasi tersebut akan selesai satu hingga dua hari ke depan. Hasil investigasi tersebut dipastikannya akan diumumkan secara langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. "Lagi lakukan investigasi mendalam, penjelasan lengkap oleh pimpinan," kata dia saat ditemui di Direktorat Jenderal Pajak.
Dia menegaskan, investigasi mendalam itu dilakukan dengan pihak-pihak terkait, meski dia enggan menyebutkan secara rinci. Namun, diketahui barang-barang tersebut dibawa oleh penumpang VIP yang ikut dalam pendaratan pertama Airbus baru Garuda tersebut.
"Nanti kita akan presscon (press conference) ya. No comment dulu, nanti diitukan (diumumkan hasil investigasinya) sama bu menteri," ungkapnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani mengaku telah mengetahui mekanisme penyelundupan komponen Motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton yang baru masuk ke Indonesia secara ilegal. Diketahui, penumpang VIP yang ikut dalam pendaratan pertama Airbus baru Garuda dari Prancis tersebut membawa 18 kotak berisi barang-barang yang diduga selundupan itu.
"Kita memahami modus-modus selundupan itu terjadi dengan berbagai cara, kalau kemarin bicara jastip (jasa titip) dia melakukan memisahkan jadi satu komoditas dipecah-pecah kecil-kecil, kemudian dikirim melalui berbagai penumpang," tuturnya.(vivanews)